tata nama senyawa hidrokarbon
TATA NAMA
SENYAWA HIDROKARBON
A.
PENDAHULUAN :
Setiap orang yang ada di dunia ini
tentunya mempunyai nama, baik itu nama panggilan, nama spesial mapupun nama
lengkap yang diberikan langsung oleh kedua orang tua kita. Nama merupakan
identitas yang paling penting bagi setiap individu. Dengan adanya nama yang
kita miliki saat ini dapat mempermudah sesorang untuk mengenali kita dan juga
dapat menjadi pembeda diantara banyaknya orang. Orang tua kita memberikan nama
kepada kita tentunya dengan harapan agar kelak kita menjadi pribadi yang mampu
mencerminkan nama yang kita gunakan tersebut.
Seperti contoh,
suatu saat saya mendapatkan sms dari seseorang yag belum pernah saya kenal dan
belum pernah saya temui,namun dia mengatakan kalau namanya adalah misalnya Baiq
Anggun. Tentu saja gambaran yang pertama kali ada dalam pikiran saya adalah dia
adalah seorang prempuan, dia memiliki sikap sopan dan mempunyai kepribadian
yang baik. Begitu pula dengan pemberian nama pada hidrokarbon . tatanama hidrokarbon di
dasarkan atas jumlah aton carbon dan hidrogen yang dimiliki dan juga jenis
ikatanya.
B. KLASIFIKASI HIDROKARBON :
Berdasarkan
susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan , yaitu senyawa alifatik
dan senyawa siklik.
1.
Senyawa Hidrokarbon Alifatik,
Adalah senyawa karbon
yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan lurus atau bercabang. Berdasarkan
jenis ikatan antaratom karbon, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi
senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh
a.
Tata Nama Alkana
Alkana merupakan
senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan tunggal, rumus umum dari alkana yaitu CnH2n + 2.
Perlunya pemberian nama untuk
menunjukkan jumlah atom C dan rumus strukturnya. Aturan pemberian nama
hidrokarbon telah di keluarkan oleh IUPAC
(International Union of Pure and Applied Chemistry).
Aturan penamaan senyawa alkana rantai lurus
Jika rantai
karbon terdiri dari 4 atom karbon atau lebih maka alkana di beri awalan n
(normal).
Contoh : 
Aturan penamaan senyawa alkana rantai bercabang
1.
Perhatikan jenis ikatannya,
jika memiliki ikatan tunggal maka senyawa tersebut merupakan senyawa alkana.
2.
Tentukan rantai induk dan
rantai cabangnya.
3.
Di beri nomor pada rantai
induk sehingga rantai cabang berikatan pada atom C yang bernomor paling kecil.
4.
Rantai induk diberi nama
sesuai aturan penamaan senyawa alkana rantai lurus.
5.
Rantai cabang di beri nama
sesuai jumlah atom C dan struktur gugus alkil.
Contoh :

b.
Tata
Nama Alkena
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan
rangkap dua pada rantai karbonnya , rumus umum alkena adalah CnH2n. Alkena memiliki satu atau lebih ikatan rangkap dua. Sedangkan
alkuna merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki satu atau lebih
ikatan rangkap tiga. Senyawa - senyawa
ini dikatakan tidak jenuh karena tidak mempunyai jumlah maksimum atom
yang sebenarnya dapat ditampung oleh setiap atom karbon (Pine, 1988).
Aturan penamaan senyawa alkena
rantai lurus
Nama alkena rantai lurus sesuai dengan nama alkana,tetapi
dengan mengganti akhiran –ana menjadi
–ena.
Contoh:

Aturan penamaan senyawa alkena
rantai bercabang
1.
Memilih rantai induk yaitu rantai karbon terpanjang yang
mengandung ikatan rangkap dua.
2.
Memberi nomor yaitu
dengan aturan penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk,
sehingga ikatan rangkap mendapat nomor terkecil.
3.
Penamaan yaitu dengan urutan nomor atom C yang mengikat
cabang, nama cabang, nomor atom C ikatan
rangkap dua, dan nama rantai induk(alkena).
Contoh:

c.
Tata
Nama Alkuna
Alkuna adalah senyawa
hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap tiga pada rantai karbonya,rumus
umum alkuna adalah CnH2n – 2.
Aturan
penamaan senyawa alkuna rantai lurus
Alkuna
rantai lurus namanya sama dengan alkana,hanya akhiran –ana di ganti dengan –una.
Contoh:

Aturan
penamaan senyawa alkuna rantai bercabang
1.Memilih
rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang yang mengandung
ikatan rangkap
tiga.
2.
Penomoran alkuna di
mulai dari salah satu ujung rantai induk,sehingga atom C yang berikatan rangkap
tiga mendapat nomor terkecil.
3.
Penamaan yaitu dengan urutan nomor atom C yang mengikat
cabang,nama cabang,nomor atom C ikatan rangkap tiga,dan nama rantai
induk(alkuna).

pada prioritas tata nama, ikatan rangkap dua
menempati posisi yang lebih tinggi daripada ikatan rangkap tiga, sehingga
ikatan rangkap dua mendapat nomor terendah.
Contohnya :
|
DAFTAR PUSTAKA
Fessenden, Fessenden. 1986. Kimia
Organik Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.
Hart, Harold, Craine, Leslie E dan Hart, David J.
2003. Kimia Organik Suatu Kuliah
Singkat. Jakarta : Erlangga.
Pine, Stanley H. 1988. Kimia Organik
1. Bandung : ITB.
PERTANYAAN DAN
JAWABAN
1.
Pada
rantai lurus, mengapa pada alkana diberi
awalan n misalnya n-heksana, tetapi pada alkena dan alkuna tidak
diberi awalan n, tetapi diberi awalan nomor 1, 2, 3, dan seterusnya
didepan nama rantainya ?
Jawab :
Karena pada
alkena dan alkuna terdapat ikatan rangkapnya yang merupakan identitas dari dari
alkena dan alkuna. Sedangkan pada alkana tidak ada ikatan rangkapnya yang bukan
identitas dari alkana, sehingga seberapa panjang pun rantainya, namanya tetap normal.
2.
Misalnya
terdapat ikatan rangkap dan ikatan rangkap tiga, mengapa ikatan rangkap dua
mendapat nomor terendah daripada yang ikatan rangkap tiga ?
Jawab :
Karena pada
prioritas tata nama, ikatan rangkap dua menempati posisi yang lebih tinggi
daripada ikatan rangkap tiga, sehingga ikatan rangkap dua mendapat nomor
terendah.
Komentar
Posting Komentar