﷽

 Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

Baca dan Renungkan.

Jurnal baiq, 13 Maret 2021

 

Assalamualaikum..

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat wal affiat :)

          Alhamdulillah wa syukurillah dapat diberikan umur untuk bertemu dengan bulan Maret lagi. Bulan kelahiran yang akan menjadi penanda bertambahnya usia sekaligus berkurangnya umur saya di dunia. 24 tahun sudah? masyaAllah, Kali ini harus serius evaluasi diri, harus serius perbaiki diri. Pokoknya harus lebih baik. :’)
..
          Seminggu yang lalu saya pergi ke perpustakaan daerah dan mendapatkan sebuah buku yang bagus sekali, judulnya “Kabar Gembira bagi Pendosa” karya Musa Kazhim dan Alfian Hamzah. Sejujurnya sebulan terakhir ini iman saya sedang ‘lowbat’ dan Qadarallah ketemu dengan buku ini, setelah melihat sekilas akhirnya memutuskan untuk meminjamnya. Ternyata buku ini luar biasa sekali, ada banyak ‘tamparan’  yang terima, salah satunya adalah bagian tentang mengingat kematian. Oleh karena itu saya ingin membagikan tulisan itu disini, semoga bermanfaat yaa J

   

RENUNGAN

               Wahai jiwa yang jahat! Mungkin ajal mendatangimu pada saat kau sedang sibuk menulis lembaran-lembaran ini dan memindahkanmu bersama semua perbuatan burukmu ke alam lain tanpa bisa kembali darinya. Wahai pembaca lembaran-lembaran ini, ambillah pelajaran dari mayat kakek-nenek atau orang tuamu yang sudah terkubur di dalam tanah, memasuki alam lain dengan membawa beban pertanggungjawaban. Jangan tunda persoalan semacam ini. Ajal akan datang tanpa dapat diulur-ulur. Ingat, betapa banyak orang sehat yang secara tiba-tiba direnggut oleh kematian. Tangan pencabut nyawa mengeluarkannya dari dunia ini menuju alam lain, sementara dia tidak mengetahui bagaimana nasibnya di sana selajutnya.
                Para wali yang sudah disucikan Allah pun tidak pernah beristirahat walaupun sejenak. Mereka selalu takut pada perjalanan berbahaya dan penuh resiko ini. Mengapa kau, hai ego busuk, begitu lalai? Apa jamian yang telah kau miliki sehingga kau merasa tenang? Sungguh tidak ada yang membuatmu menunda-nunda amalan hari ini sampai hari esok, kecuali ilusi umur panjang dan angan-angan kosong. Setan membujukmu untuk meremehkan persoalan akhirat. Dia ingin kau lupa siksa akhirat dengan membuatmu selalu berangan-angan  akan memperoleh kasih sayang Allah serta syafaat dari para pengantar syafaat. Sayang sekali, semua itu hanyalah angan-angan bohong sekaligus perangkap setan. Memang, pada setiap saat, kau akan diliputi rahmat-Nya berupa kesehatan, kesejahteraan, ketentraman, waktu, petunjuk, akal dan bimbingan untuk perbaikan jiwa dan kehidupan serta berbagai anugerah lainnya.
              Namun, jika kau gagal memanfaatkan rahmat-Nya di dunia, maka di alam sana pun kau tidak akan memperoleh rahmat yang tiaada terbatas itu, tidak juga syafaat para pengantar syafaat. Bentuk perolehan syafaat di dunia adalah dengan mengikuti petunjuk para perantara syafaat. Sedangkan bentuk syafaat di alam akhirat adalah sisi batin dari petunjuk yang mereka bawa ketika di dunia.

               Apabila kau tidak dapat mengikuti petunjuk-Nya di alam ini, berarti kau tidak akan memperoleh rahmat Allah di alam sana. Besarnya perolehan rahmatmu di akhirat nanti ditentukan oleh besarnya ketundukanmu pada agama Allah di dunia. Apabila setan berhasil merampas seluruh sarana yang dapat mengantarkanmu kepada keimanan, tentu kau tidak akan layak menerima rahmat Allah dan syafaat di alam sana. Bila kau memang benar-benar mencari rahmat Allah, mengapa kau tidak memanfaatkan anugerah-Nya yang terus mengalir di dunia ini? Lupakah kau kalau ia adalah benih bagi pohon rahmat Allah di alam sana? Sesungguhnya para nabi dan wali Allah telah mengundangmu ke perjamuan dengan segala kenikmatan-Nya yang berlimpah. Tetapi kau justru menolaknya, bahkan berpaling karena rayuan setan yag tersembunyi di relung hatimu.

 

---

love letter

Bq.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

makna kemerdekaan