Mengejar Dunia
BISMILLAHIROHMANIROHIM
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Ibadahmu untuk siapa?
Jurnal
baiq, 20 September 2020
Assalamualaikum..
Bagaimana kabar kalian? Saya harap semuanya baik-baik saja
InsyaAllah. Hari ini ada sebuah postingan yang cukup menyentil saya. Judul
postingannya adalah “Pura-Pura mengejar Akhirat” yang ditulis oleh Alfi
Al-Ghazali dan di repost oleh
@negasaja via tumblr.
“Pura-Pura Mengejar Akhirat”
penuh
semangat berdiri untuk sholat malam,
Dengan
harapan jodoh mendekat, karir melesat.
sampai
lupa mengharapkan ampunan dariNya, mengharapkan balasan surga, seolah dunia
lebih mulia.
Penuh
semangat sholat dhuha, dengan harapan mendapatkan mobil impian, keuntungan
berlipat dalam usaha, kemudahan dalam karir.
Tanpa
sadar melebihkan itu semua dibandingkan mengharapkan ridho Allah, padahal surga
tidak bisa dicapai kecuali karena ridhoNya.
Seolah-olah
sholawat nabi hanya seharga balasan dunia. Padahal itu adalah bentuk kerinduan,
dengannya kita berharap syafaat sang kekasih Allah.
Hanya
saja tindakan kita takut, terlalu melebihkan harapan pada dunia hingga lupa
mendamba surga?
Tidakkah kita takut balasan ibadah
kita Allah segerakan di dunia hingga tak bersisa lagi balasan di akhirat?
Atau
jangan-jangan kita memang sedang berpura-pura saja mengejar akhirat.
Barang siapa yang menghendaki
keuntungan di akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya; dan barang siapa
yang menhendaki keuntungan di dunia, kami berikan kepadanya sebagian dari
keuntungan dunia dan tak ada bagian pun di akhirat
(Asy-Syura:20)
Semoga
Allah jaga niat kita selalu, memudahkan segala urusan kita baik di dunia
terlebih lagi di akhirat nanti. Aamiin.
---
Dari postingan ini, yang paling menusuk saya adalah kalimat
“Tidakkah kita takut balasan ibadah kita
Allah segerakan di dunia hingga tak bersisa lagi balasan di akhirat?”
Akhir-akhir ini saya begitu semangat untuk beribadah
sunah seperti yang ditulis di atas, namun niat saya juga sama seperti di atas. Mengingkan
jodoh yang diinginkan, menghara pekerjaan, mendapatkan rizeki melimpah, Astagfirullalazim.
Ya Allah, Astagfirullah padahal sudah ditegaskan dalam Al Quran, janji Allah
untuk orang yang mengejar akhirat akan dilipatkan Keuntungannya. Lalu mengapa
selama ini saya begitu mendambakan dunia, melebihkan balasan dunia sampai lupa
dengan balasan akhirat.
Bagaimana jika selama ini lelahnya ibadah saya selama ini
Allah hanya balas di dunia hingga tidak tersisa untuk akhirat. Lalu bekal apa
yang sebenarnya saya bawa?
Bagaimana jika semua
usaha-usaha itu Allah anggap kosong? Tidak memiliki nilai, tidak memiliki bobot
pahala sama sekali. Bagaimana jika bekal yang kita anggap penuh ternyata kosong
melompong tak berisi.
Padahal Allah telah berfirman yang “aku mengetahui segala
yang ada didalam isi hati” (64:4) tanpa menyebutnya saja Allah pun sudah tahu.
Yang Allah ingin dari kita bahwa kita berserah diri, dengan perasaan rendah
diri dan kembali. Tentang doamu,Allah pasti lebih dulu mengetahui.
Untuk diriku, sekarang dan seterusnya ubahlah niat ibadahmu
menjadi lillahita’ala untuk mengdapatkan ridho Allah, bukan untuk dunia apalagi
manusia. Jika kamu mendapatkan dunia tanpa ridho Allah, lalu apa yang kamu
banggakan? Semuanya hanya sesaat sedangkan untuk masuk surga kamu perlu ridho
Allah.
---
Bq.
Komentar
Posting Komentar