﷽
Dengan nama Allah Yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Indah Akhlaknya
Jurnal baiq, 5 Desember 2021
Lanjut
kebagian keempat dari buku Perfect Muslimah. Yakni tentang
akhlak seorang muslimah.
Bayangkan
ada seseorang lelaki mencari tahu lebih dalam tentangmu lewat
sahabat-sahabatmu, lalu jawaban sahabat dan teman-temanmu semuanya sama bahwa
kamu adalah seorang muslimah yang berkhlak baik, penyayang pada anak-anak,
seorang yang sabar, berbakti pada orang tua, pokoknya si laki-laki jadi makin
kagum. Kemudian dia semakin mantap dan berdoa “ya Allah hamba akan memperbaiki
diri hingga Engkau berkenan menjodohkan hamba dengan hamba-Mu sebaik dia”
“Gadis
itu merutinkan puasa Senin-kamis. Hampir tak pernah sekalipun meninggalkan
tahajud. Tiap pagi tak pernah lupa memulai pagi dengan dhuha. Selalu berusaha shalat tepat waktu dan sesibuk apapun, selalu
menyempatkan rawatib” Ngebayangin diri ini punya rutinitas begitu, siapa yang nggak meleleh cobak.
Perbaiki Diri
Biar Jodoh Juga Ikutan
“orang baik akan dipertemukan denan orang baik. Yang buruk
akan diperemukan dengan yang buruk. Saat saya ingin mendapatkan gadis yang
merutinkan ibadah a, b, c dan d, saya pun harus berupada untuk merutinkan
ibadah a,b,c dan d. Saat kita menginginkan jodoh yang saleh, jangan pernah leth
untuk berupaya menyalehkan diri. saat kita hendak mempersunting gadis yang
baik, kita juga kudu memperbaiki diri” yaakk ini bener banget. Saya selalu
merasa saat saya menambah ibadah sunnah maka jodoh saya diluar sana sedang naik
imannya, kemudian saat saya sedang tergoda berbuat dosa yang selalu saya ingat
bahwa mungkin diluar sana jodoh saya juga sedang turun imannya, maka kalau saya
ingin jodoh saya iman dan akhlaknya baik maka saya tidak boleh terjerumus dalam
kubangan dosa.
Dibagian
ini penulis bercerita tentang akhlak isterinya, yang membuat saya amazed
sekaligus termotivasi untuk mempunyai akhlak seperti beliau. Maa shaa Allah
“Allah
tak mungkin merendahkan orang yang sudah berkenan memperbaiki diri. Allah tak
mungkin ‘menyengsarakan’ orang sudah dengan ikhlas menyalehkan diri”
“Kalau wanita berakhlak
baik dan berpikir positif. Maka ia
adalah angka 1 kalau ia juga cantik maka imbukan 0. Jadi 10. Kalau ia juga
punya harta, imbuhkan lagi 0. Jadi 100. Kalau ia cerdas, imbuhkan lagi 0. Jadi
1000. Tapi seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama
maka ia hanya 000. Tak
bernilai sama sekali.”
- Al-Khawarizmi
Mengambil
Hikmah
“kawanku,
jadilah muslimah yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Jangan statis.
Tiap hari pasti selalu aada kejadian yang bsa kita ambil hikmahnya. Mulai kini,
senantiasalah berpikir positif. Ambil hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa
itu. Selalu tanamkan pertanyaan ini daalam benak teman-teman “apa yang bisa
saya pelajari dari kejadian ini, yang bisa membuatkulebih baik daari hari
esok?”
Sang Pengabdi
“kawan,
ada yang ketika tiada, semua air mata tumpah. Ada yang ketika tiada, semua
manusia tertawa. Kira-kira, kita yang mana? Ada yang
ditinggal olehnya semua wajah mengibah, ada yang saat ditinggalnya, manusia
ceria. Kita yang mana? Ada yang meninggal dengan mewariskan kebikan, ada yang
malah meningggalkan keburukan. Kira-kira, kita termasuk yang mana?
Ada
yang ketika tiada, namanya terkubur bersama jasadnya. Ada yang jasadnya
terkubur, tapi namanya tetap subur. Kira-kira kita yang mana? Ada yang saat
tiada, semua tangan diangkat memanjatkan doa. Ada yang saat tiada, banyak lisan yang membicarakan keburukan dan kejelekannya. Kira-kira, kita
termasuk yang mana?”
Komentar
Posting Komentar