﷽
Dengan nama Allah Yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Brilian Otaknya
Jurnal baiq, 26 November 2021
Ini adalah kutipan-kutipan
dari buku karangan Ahmad Rifa’i Rif’an yang berjudul The Perfect Muslimah. Saya ingin mengabadikan tulisan dalam buku
ini yang berhasil membuat saya termotivasi dan tersentuh. Saya berharap dengan
menulisnya, saya akan kembali pada momen dimana saya pertama kali baca buku
ini, momen saat saya ingin menjadi muslimah yang lebih baik, momen dimana saya
ingin berjuang menjadi perfect muslimah bagi diri saya sendiri, bagi keluarga
saya dan bagi jodoh saya kelak.
Semua kutipan dalam postingan
ini adalah karya dari penulis terkenal yaitu Ahmad Rifa’i Rif’an, semoga beliau dan keluarganya sesantiasa
diberikan kesehatan dan nikmat oleh Allah, serta balasan yang terbaik atas
karya-karyanya yang sangat menginspirasi.
Amazed
by the Quran
Pada bagian pertama ini saya
dibuat takjub dengan fakta bahwa ternyata “bacaan Al Quran yang dibaca
dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid mempunyai frekuensi dan
panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan
keseimbangan dalam tubuh” Maa shaa Allah, saya pernah merasakan damainya
bacaan Al Quran. Ada sedikit cerita di tahun 2018-2019 saat saya mulai menyusun
skripsi. Pada saat itu menyebut skripsi saya sudah membuat saya merinding,
apalagi waktu jadwal konsul sama dosen, rasanya keringat dingin ga berenti
ngalir. Tapi sejak tahun 2018 saya menemukan surah dalam Al Quran yang selalu
menemani saya setiap pagi, setiap revisian bahkan setiap saya merasa down, Itu
adalah surah Taha (20) dan saya
selalu puter bacaan surah Taha dari Qori Ismail Annuri. Bacaan beliau selalu
menenangkan saya dan selalu mampu membangun jiwa positif saya kembali. Maa shaa
Allah.
Amazed by Shalat
Selanjutnya ada
sebuah kisah tips yang diberikan oleh seorang teman beliau yang cerdas yakni
“Rajinlah bersujud” kemudian dijelaskan bahwa “bukankah kalimat bersujud
mengungkapkan penjabaran yang sangat luas? rajinlah shalat, karena dalam
shalat ada sujud. Rajinlah bersyukur, sebagaimana kita tahu ada sujud
syukur. Rajinlah bertobat, menangis dalam sujud. Rajinlah tawakal,
sujud juga pertanda penyerahan total seorang hamba kepada Kuasa Tuhannya. Rajinlah
berdoa, karena jarak paling dekat antara Tuhan dan hamba adalah saat sang
hamba bersujud. Jika ingin dicerdaskan oleh Allah, rajinlah bersujud!” Maa shaa Allah, saat membaca bagian ini,
seperti ada aliran listrik yang mengalir, seperti terpacu untuk meningkatkan
ibadah sholat fardu maupun sunnah.
Tak begitu Cerdas
“Anak muda yang tak begitu cerdas
intelektualitasya tapi berakhlak, jauh lebih menguntungkan dibanding anak muda
yang intelektualitasnya hebat tapi akhlaknya bejat. Namun tentu yang lebih
baik yang otaknya brilian, hatinya beriman. Ibadahnya khusyuk, belajarnya juga
khusyuk. insyaAllah anak muda seperti ini yang bakal megubah negeri kita ke
arah yang lebih baik” yookkk, mumpung masih muda, masih kuat, dan masih encer
otaknya. Jangan Cuma nunggu waktu tua tapi manfaatkan waktu ini untuk
memperbanyak konstribusi bagi sekitar.
Ilmu,
seni dan agama
“Ilmu, seni agama. Tiga hal yang seharusnya
menjadi perhatian bagi setiap generasi muda. Dengan ilmu hidup jadi mudah,
dengan seni hidup jadi indah, dengan agama hidup jadi terarah. Mudah, indah
terarah. Rasanya tiga hal itulah yang selama ini menjadi pilar bahagia”.
Kapan
Actionnya?
Banyak sekali rencana-rencan baik
yang ingin saya lakukan sebelum saya menikah ini, namun entah mengapa belum ada
motivasi untuk serius melaksanakannya. “ngomong doang, kapan actionnya?”
mungkin pertanyaan itu cocok untuk saya. Tapi ada quote dari buku ini yang
mampu membangkitkan semangat saya untuk serius mulai berjuang dalam konstribusi, kalimatnya seperti ini :
“Melihat orang yang serius, apakah Tuhan akan diam saja?
Melihat ada manusia yang begitu keras berikhtiar agar impian baiknya terwujud,
apakah Tuhan akan diam saja tanpa turun tangan menghadirkan
keajaiban-keajaiban? Yakin deh, Tuhan Maha Pengasih, Tuhan Maha Penyayang.
Allah tak akan tega melihat hamba-hamba yang sangat keras berikhtiar tapi
dibiarkan begitu saja”
B-E-R-D-O-A
“Kalau Tuhan sudah berkata,
‘Berdoalah, pasti akan akau kabulkan’, itu artinya Tuhan meminta kita berharap,
bercita-cita, bermimpi. Tak dibatasi mau doa seperti apa. Itu pertanda Tuhan tak membatasi doa kita, tak
membatasi impian kita, tak membatasi harapan, cita-cita dan impian kita. Kalau
Tuhan saja tak membatasi, kenapa pikiran kita yang justru membatas-batasi?
Bermimpilah yang hebat, jangan
mau mimpi yang biasa-biasa. Karena Kuasa Tuhan kita luar biasa. Jangan punya
mimpi yang tanggung, karena kuasa Tuhan tak tanggung-tanggung. Jangan punya
mimpi yang rendah, karena itu berarti keyakinaan kita pada kuasa Tuhan juga
rendah.
Saudariku, selamat bermimpi. Selamat berkontribusi. Selamat
berprestasi.”
Aura kesalehan (Inner Beauty)
Tahajud
itu luar biasa ya, ada banyak sekali yang pernah saya dengar cerita orang yang
sukses dan berhasil karena merutinkan shalat tahajud. Apalagi katanya kalau
sholat tahajud dapat membuat wajah kita jadi lebih bersih dan bercahaya karena
aura kesalehan, yang ini valid no debate, karena pernah saya buktikan secara
langsung, rutin tahajud jerawat ilang hehe, maa shaa Allah. “Al Imam Al
Hasan Al Bashri Rahimahullah pernah ditanya “Mengapa orang-orang yang suka
bertahajud itu wajahnya paling bercahaya dibanding yang lainnya?” Beliau
menjawab “karena mereka suka berduaan bersama Allah Yang Maha Rahmann, maka
Allah menyelimuti mereka dengan cahaya-Nya” melted banget dengan kalimat
ini, yokk siapa yang mau berduaan sama Allah Yang Maha Rahman? Yuk tahajud!
Masa mau jadi rata-rata terus?
Dalam
buku ini, Ahmad Rifa’i Rif’an berpesan “jangan mau jadi anak muda yang
biasa-biasa saja. jangan mau jadi anak muda rata-rata. Yang prestasinya
rata-rata, nilainya rata-rata, di organisaasi perannya rata-rata, di lingkungan
rumah dan pekerjaan konstribusinya ratarata, kretivitasnya rata-rata. Jadilah
orang yang berbeda. Kalau nggak bisa jadi orang yang lebih hebat, jadilah yang
unik, yang berbeda, dengan demikian keunikannya yang
cerdas. Bukan tampil beda dengan tampilan fisik yang heboh dan tak menunjukkan
kehebatan karakter. Jadilah diatas rata-rata agar bisa menjadi inspirasi dan
teladan yang baik”
“jika terpakasa kita harus
membenci sebuah kata, saran saya, bencilah kata “rata-rata”. Jadi orang yang
rizekinya rata-rata, prestasinya rata-rata, nilainya rata-rata, konstribusinya
rata-rata, idenya rata-rata, gajinya rata-rata, amalanya rata-rata,
perjuangannya rata-rata.
Padahal
karunia Tuhan pada manusia adalah sesempurna-sempurnanya. Harusnya prestasinya
juga melejit, rezekinya melangit, kala gagal segera bangkit. Sekali hidup seharusnya
rizeki hebaat, prestasinya mantap, kontribusinya dahsyat”.
Belajar itu Nyengin
“ketika kita sudah menikmati
proses pembelajaran. Maka belajar itu kayak bermain” betul, sering kali
saya itu enjoy dan asyik saat otak saya berpikir saat belajar, apalagi saat
belajar kimia dan biologi. Meskipun ada soal-soal yang membuat
saya buntu, tapi nikmat dalam mencari jawaban itu saya rasakan, bener-bener
kayak bermain, sampe lupa waktu. Tapi masalahnya Cuma satu, yakni keinginan
untuk memulainya yang rendah. Ada sebuah pepatah arab yang disampaikan dalam
buku ini “Kullun muyassarun lima khuliq lah”
yang artinya “segala sesuatu akan dimudahkan menuju apa yang ia
diciptakan untuknya” inilah yang biasa kita sebut dengan passion. Dan ternyata
prestasi baru bisa diraih ketika kita benar-benar mencintai apa yang kita
tekuni”
Ayok mulai sekarang katakan
“belajar kimia itu menengin ya” lalu nikmati setiap prosesnya.
...
Lanjut ke bagian 2.
Komentar
Posting Komentar