tak cukup cantik
﷽
Dengan nama Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
tak cukup cantik.
Jurnal
baiq, 5 Desember 2020
Assalamualaikum..
Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat wal affiat :)
Kebanyakan orang Indonesia menjadikan kulit yang putih dan
cerah sebagai standar kecantikan. Kalau yang kulitnya agak gelap dibilang “dasar
afrika” yang matanya sipit dibilang “dasar china”. Orang-orang saat ini telah
membuat standar kecantikan sendiri, yang punya kulit putih cerah, rambut yang
lurus, hidung yang mancung, tubuh yang ramping, gigi yang rapi dan mata yang
lebar. Jika dilihat dari standar kecantikan tersebut berarti saya adalah salah
satu yang tidak lulus standar kecantikan itu. Saat ini orang-orang
berlomba-lomba mengejar standar kecantikan di atas, bahkan mereka rela
mengeluarkan uang yang jumlah sangat fantastik demi mencapai standar cantik
tersebut.
Terkadang saya tidak pernah memperdulikan itu tapi perasaan insecure itu selalu muncul. Berat memang, saat tiba-tiba teman lama yang muncul dan pertanyaan pertama yang terlontar “kamu kok gendutan sekarang?” “kamu kok jadi jerawatan sekarang?” “udah kemana aja? Kok iteman sekarang?” pertanyaan yang seperti itu kadang menjadi basa-basi orang-orang yang baru bertemu padahal pertanyaan-pertanyaan seperti itu selalu menusuk ke hati yang sifatnya sangat sensitif. Adapaun cerita lain, lihat feed instagram temen-temen yang bening-bening dan good looking mulai baper, insecure lagi. Aahh.. memang tidak selesai-selesai kalau pandangan kita selalu mengarah pada kenikmatan dunia.
Beruntungnya saya menemukan
sebuah kalimat yang dapat membebaskan saya dari rasa insecure bahkan saya sampai menempelnya di kaca dan di tembok.
Dari tulisan itu perasaan insecure saya tentang “cantik” menjadi berkurang karena kita masih bisa menjadi cantik akhlak, cantik pikiran dan cantik adab. jadi kalau ditanya definisi cantik bagi saya bukan hanya terletak pada parasnya yang cantik tapi juga dari cantik akhlak, cantik tutur kata, cantik pikiran.
Buya Hamka mengatakan bahwa kecantikan yang abadi bersumber tingkah laku dan tutur kata yang mulia.
“Tuhanku tak akan mengindahkan kamu kalau tidak karena IBADAHMU”
“ibadah ternyata yang menghadirkan eksistensi manusiadihadapan Tuhannya. Tanpa ibadah kita hanya debu semesta yang melayang menunggu kematian. Tidak ada penghubung antara kita dengan pencipta. Tanpa ibadah kita tak dianggap ada” – farah Qoonita dalam Podcast Cinta Lewat Cerita
Bagaimana bisa kita sibuk mempercantik wajah tapi lupa dengan ibadah? Padahal yang menjadi bekal di akhirat itu adalah amal ibadah bukan paras yang cantik mempesona. Mulai dari sekarang niatkan segalanya untuk mengejar ridho Allah bukan untukmengejar penilaian manusia, karena penilaian manusia akan berakhir di dunia sedangkan penilaian Allah akan membawamu ke tempat tinggal yang sesungguhnya yaitu surga atau neraka?
Satu
kalimat untuk diriku
dari diriku adalah
“daripada terus-terusan insekyur, lebih baik perbanyak
bersyukur”
---
Bq.

Komentar
Posting Komentar