a love letter to myself

 

﷽

 Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

Memaknai Peran

Jurnal baiq, 8 Agustus 2021

 

Bagaimana memaknai sebuah peran?

          Bicara soal peran, sudah hampir sebulan saya memulai peran baru di lingkungan baru. Meski sebagian orang-orangnya tidak asing namun tetap saja setiap hari saya selalu merasa cemas, khawatir dan takut. Tapi jujur saja saya tak merasa menyesal apalagi menyerah, karena menurut saya memang seperti inilah yang dirasakan oleh orang-orang saat memulai peran yang baru, betul? Rasa cemas, khawatir dan takut itu wajar kan.

          Meskipun ketakutan dan kecemasan datang menghantui pikiran saya setiap pagi namun Allah Yang Maha Baik selalu tau cara terbaik untuk menenangkan hambaNya yang lemah seperti saya ini. Bersamaan dengan ketakutan itu Allah ternyata hadirkan teman-teman yang selalu menyemangati serta orang-orang baru yang penuh kasih sayang dan saling menghormati.

Alhamdulillah sampai sekarang masih diberi kukuatan menjalaninya, semoga tetap kuat sampai akhir.

Jadi, saya buat a love letter untuk diri saya di masa depan.

“Hi, bagaimana harimu. Apakah masih berat? apakah masih takut memulai hari? Seperti apapun tantangan, cobaan dan ujianmu hari ini dan nanti. Ingat, jangan pernah tinggalkan Allah dalam setiap langkahmu. Jadikan sholat dan sabar sebagai penolongmu. Jadikan setiap harimu sebagai hari yang baru untuk memperbaiki kesalahan, memperbaiki diri dan memperbanyak amalan agar kamu menjadi versi terbaik dirimu di mata orang-orang dan tentunya di hadapan Allah. Niatkan setiap pekerjaanmu untuk mendapatkan Ridho Allah bukan untuk mengejar harta apalagi sekedar untuk mendapat sanjungan dari manusia.

Semangat untuk hari-hari kedepan! Karena hidup adalah tentang berjuang, karena hidup adalah untuk mencintai-Nya.

Dariku untuk diriku”

---

love letter

Bq.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

makna kemerdekaan