BISMILLAHIROHMANIROHIM
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Sebuah Mukjizat Abadi.
Jurnal
baiq, 12 Agustus 2020
Assalamualaikum..
Sudah hampir 2 bulan lamanya saya membaca buku Ibadah Sepenuh Hati, hari ini saya berada pada bab terakhir bahasan tentang Al-Quran. Dalam bab ini dibuka dengan kisah
nabi Musa ‘Allaihissalam.
Kita semua mengetahui
bahwa mukjizat utama Nabi Musa
‘Allaihissalam adalah sebuah tongkat. Ini merupakan sebuah mukjizat yang
sangat jelas. Dengan tongkat ini, Nabi Musa
‘Allaihissalam memukul air laut, sehingga laut tersebut terbelah. Ini
merupakan mukjizat yang nampak nyata secara inderawi.
Begitu juga dengan nabi Isa Allaihissalam.
Atas izin Allah Azzawajala, beliau
menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang yang sakit lepra dan sebagainya.
Namun mukjizat Nabi Muhammad
shalallahualaihiwassalam bukanlah seperti mukjizat-mukjizat yang lainnya...
mukjizat-mukjizat sebelumnya berakhir seiring dengan berakhirnya hidup para
nabi tersebut. Dengan wafatnya para nabi tersebut, bekas mukjizat yang mereka
bawa pun lenyap. Sementara mukjizat Al-Quran yang dibawa oleh Nabi Muhammad
shalallahualaihiwassalam yang tetap ada
dan abadi sampai hari kiamat.
Tidakkah anda bergetar dengan kata “mukjizat” dan “abadi”?
Yang terpikirkan dalam benak
saya saat mendengar kata mukjizat adalah sesuatu yang sangat luar biasa dan
mulia. Dan saat ini anda diberikan kesempatan untuk memegang, membaca dan
mendalami isi dari sebuah mukjizat ini. Al-Quran merupakan mukjizat agama
Islam.
Tidakkah anda merasakan
nilai kemukjizatan Kitabullah ini ketika anda memegangnya? Tidakkah anda
merasakan bahwa anda sedang memegang mukjizat Islam?
BAGAIMANAKAH HATI
ANDA SAMPAI BISA
KETINGGALAN INI?
Tidak kah anda merasa malu? Jika selama ini anda haya
menganggap Al-quran hanya sebuah buku yang berisi mantra-mantra yang ditulis
dalam bahas arab. Saya sungguh malu, hati saya tertunduk. Saya merasa ilmu
agama saya sangat dangkal.
Kita terbiasa membaca Al-Quran.
Namun nampaknya, ada sekian banyak faktor yang menghalangi kita dari kenikmatan
merasakan firman Allah Azzawajala. Astagfirullahalazim
Saya teringat dengan tulisan Ibnul Qayyim yang mengatakan
bahwa “Allah Azzawajala menurunkan Al-Quran sebagai RENUNGKAN, kita TELAAH
sebagai petunjuk, kita ingat-ingat sebagai penghibur, Al-Quran adalah cahaya
pandangan yang akan menerangi kebutuhan, penawar hati yang akan menyembuhkan
penyakit dan kehampaannya, nyawa bagi hati, suguhan lezat bagi jiwa, taman
indah sanubari, serta penuntun murni menuju negeri yang damai”.
Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan beberapa quotes favorit saya dalam bab ini.
“setiap
titik atom dari jasad kita adalah sebuah kenikmatan yang telah dianugrahkan
oleh Allah Azzawajala”
“Al-Quran
merupakan faktor penyambung antaa Allah Azzawajala dengan para hamba-Nya ketika
faktor-faktor lainnya telah terpustus. Al-Quran adalah gerbang utama Allah
Azzawajala di mana kita bisa memasukinya tatkala gerbang-gerbag yang lainnya
telah tertutup”
“Setiap
kali pandangan kita terhadap Al-Quran bertambah kuat dalam berpikir dan
merenung, setiap kali itu pulalah kita mendapatkan tambahan petunjuk dan
pengetahuan. Setiap kali kita gali kandungannya, setiap kali itu pulalah
terpancar sumber-sumber hikmah dan kebijaksanaan dengan deras”.
---
Bq.
Komentar
Posting Komentar